Nama Proyek :  Kawasan Ekonomi Khusus Morotai, Maluku Utara
Investasi Total : Rp. 6,800 Triliun
Sumber  APBN-APBD :
Sumber Swasta :
Sumber Belum Ditentukan :
Skema Pendanaan : SWASTA
Lokasi : Morotai, Maluku Utara
Penanggung Jawab : PT. Jababeka Morotai
Rencana Mulai Konstruksi : Desember 2016
Rencana Mulai Operasi : Januari 2017
Status Terakhir : Infrastruktur dalam kawasan masih menunggu pembebasan lahan. Saat ini telah dibebaskan lahan seluas 200 Ha oleh PT Jababeka Morotai dan masih dalam proses sertifikasi karena adanya revisi dalam izin lokasi oleh Kanwil BPN Maluku Utara. Untuk infrastruktur pendukung wilayah, Pada TA 2016 telah terbangun ruas jalan lingkar Morotai, namun masih ada yang belum terhubung (Desa Hapo ke Desa Bere) dengan panjang sekitar 15 km, Telah dibangun tahap 1 untuk lapangan penumpukan Petikemas, gudang penyimpangan, jetty speed boat dan renovasi kantor pengelola. Terkait dengan isu kelembagaan, Dewan kawasan KEK, Sekretariat dewan kawasan , dan administrator sudah terbentuk pada 2014, namun masih memerlupan rapat koordinasi antara Dewan Kawasan KEK dan Administrator dengan PT Jababeka Morotai selaku Badan Usaha pembangun dan pengelola. Hal ini dikarenakan PT Jababeka Morotai belum menyelesaikan perjanjian pembangunan dan pengelolaan dengan Bupati Morotai. Target penyelesaian perjanjian pada Desember 2016. Sementara itu terkait dengan kemajuan investasi, PT Jababeka Morotai masih melakukan penjajakan untuk penanaman modal di dalam KEK Morotai.

Deskripsi Proyek

KEK Morotai merupakan Kawasan Ekonomi Khusus untuk bidang perikanan, logistik dan pariwisata.