Pelabuhan Internasional Hub Kuala Tanjung

 

Nilai Investasi : Estimasi Rp 30 Triliun
Skema Pendanaan : Potensi Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU)
Lokasi : Kuala Tanjung, Sumatera Utara
Penanggung Jawab Proyek : Kementerian Perhubungan
Rencana Mulai Konstruksi : 2019
Rencana Mulai Operasi : 2021
Status Proyek : Tahap Penyiapan

Deskripsi Proyek

Pengembangan pelabuhan di Kuala Tanjung menjadi pelabuhan hub internasional sebagai pintu masuk ke wilayah barat Indonesia. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2015, pengembangan pelabuhan akan meningkatkan volume arus petikemas hingga 12,4 juta TEUs pada tahun 2039.

Peningkatan volume arus petikemas ini berasal dari permintaan yang berasal dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei hingga Provinsi Jambi dan diasumsikan bahwa pelabuhan akan memperoleh tambahan permintaan dari empat pelabuhan kompetitor yaitu Port of Singapore, Port of Tanjung Pelepas, Port Klang dan Pelabuhan Penang.

Signifikansi Proyek

Dengan hub internasional diharapkan Indonesia dapat menikmati demand pelabuhan yang selama ini dinikmati oleh Singapura dan Malaysia. Berdasarkan dari Rencana Pelabuhan Kuala Tanjung Tahun 2012, pembangunan pelabuhan ini akan mengakomodir kargo untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan Pelabuhan Belawan.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP PENYIAPAN

  • Per 30 Juni 2018, pembangunan terminal multipurpose telah mencapai 95,6%.
  • RaPerpres PHI Kuala Tanjung telah dalam tahap finalisasi untuk mendapatkan tanda tangan dari Menteri terkait.
  • Telah dibentuk Tim Kerja Penyusunan Perpres Penugasan Proyek Pengembangan PHI Kuala Tanjung yang terdiri dari perwakilan Biro Hukum Kementerian terkait

(Per 16 Juli 2018)

KPPIP