Nama Proyek : KEK Industri Sei Mangkei, Sumatra Utar
Investasi Total : RP. 134.100 Miliar
Sumber  APBN-APBD : APBN
Sumber Swasta :
Sumber Belum Ditentukan :
Skema Pendanaan : APBN
Lokasi : Simalungun, Sumatera Utara
Penanggung Jawab : PT Perkebunan Nusantara III
Rencana Mulai Konstruksi : Februari 2012
Rencana Mulai Operasi : Januari 2015
Status Terakhir : Kawasan Ekonomi  Khusus (KEK) Sei Mangkei telah diresmikan kesiapan beroperasinya pada tanggal 27 Januari 2015 oleh Presiden RI. Infrastruktur kawasan tahap 1 seluas 104 ha telah terbangun. Infrastruktur kawasan tahap 2 meliputi jalan poros, dryport, tangki timbun telah selesai pada Maret 2016, sedangkan untuk rel KA akan selesai pada Minggu ke-2 Juli 2016. Untuk memenuhi kebutuhan energi, saat ini telah beroperasi Gardu Induk PT PLN sebesar 60 MW yang terkoneksi pada 19 Februari 2016, sedangkan untuk jangka panjang akan dipenuhi dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (250 MW) di KEK Sei Mangkei yang beroperasi pertengahan 2018. Saat ini telah ada investor global, PT Unilever Oleochemical Indonesia (PT UOI), yang berproduksi penuh sejak Oktober 2015 di lahan seluas 18 ha dengan nilai investasi Rp. 2 triliun. Bisnis yang dikembangkan adalah produksi fatty acid, soap noodle, glycerine dan surfactant dengan kapasitas produksi 200.000 ton per tahun. Selain itu, PT UOI telah melakukan penandatanganan perjanjian lahan dengan PTPN III untuk ekspansi pabrik seluas 9 ha dengan perkiraan nilai investasi sebesar Rp. 1 triliun. Bisnis yang dikembangkan adalah produksi  turunan fatty acid, seperti ester. Investor lainnya, PT Industri Nabati Lestari sedang membangun pabrik Minyak Goreng kapasitas 600 ribu ton per tahun dengan nilai investasi Rp. 565 milyar, yang akan beroperasi pada akhir 2017.

Deskripsi Proyek

KEK Sei Mankei memilik bisnis utama berupa industri kelapa sawit dan karet.