| Nilai Investasi | : | Rp 28 Triliun |
| Skema Pendanaan | : | SWASTA |
| Lokasi | : | Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat |
| Penanggung Jawab Proyek | : | Kementerian ESDM |
| Rencana Mulai Konstruksi | : | 2021 |
| Rencana Mulai Operasi | : | >2024 |
| Status Proyek | : | Tahap Penyiapan |

| Nilai Investasi | : | Rp 28 Triliun |
| Skema Pendanaan | : | SWASTA |
| Lokasi | : | Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Jawa Barat |
| Penanggung Jawab Proyek | : | Kementerian ESDM |
| Rencana Mulai Konstruksi | : | 2021 |
| Rencana Mulai Operasi | : | >2024 |
| Status Proyek | : | Tahap Penyiapan |
Proyek Coal to Methanol dilaksanakan oleh PT. APEK (Air Product East Kalimantan) yang merupakan konsorsium perusahaan Air Products and Chemicals Inc (Amerika), PT. Bakrie Capital, dan PT. Itchaca Resources. Nilai investasinya sebesar 2,2 Miliar USD untuk pembangunan pabrik konversi batubara 6 juta ton/tahun menjadi methanol 2 juta ton/tahun. Bakrie dan Ithaca memasok batubara dan sebagai offtaker methanol, dan menjualnya melalui fasilitas pelabuhan Kawasan Industri Batuta Chemical Industrial Park (BCIP).
Proyek dapat menghasilkan 1,8 juta ton metanol per tahun dan menyerap 5 juta—6,5 juta ton batu bara per tahun. Produksi dalam negeri akan mendorong substitusi impor mengingat kebutuhan metanol mencapai 1,2 juta ton pada 2020, dan menghemat devisa.
Tahap Penyiapan