Jalan Tol Trans Sumatera

 

Nilai Investasi : Rp 206.4 Triliun
Skema Pendanaan : BUMN
Lokasi : Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan dan Lampung
Penanggung Jawab Proyek :  PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2015
Rencana Mulai Operasi : 2024
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan mulai beroperasi

Deskripsi Proyek

Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 304 km akan menghubungkan Pulau Sumatera dari Aceh hingga Bakauheni. Tahap 1 terdiri atas 8 ruas, terbagi menjadi empat ruas awal: (1) Medan-Binjai, (2) Palembang-Indralaya, (3) Pekanbaru-Dumai, (4) Bakauheni-Terbanggi Besar; dan empat ruas tambahan: (5) Terbanggi Besar- Pematang Panggang, (6) Pematang Panggang-Kayu Agung, (7) Palembang – Tanjung Api-Api dan (8) Kisaran–Tebing Tinggi.

Signifikansi Proyek

Tahap Konstruksi dan mulai beroperasi

Ruas Medan - Binjai

 

Nilai Investasi : Rp 1,6 Triliun
Skema Pendanaan : BUMN PT. Hutama Karya
Lokasi : Sumatera Utara
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2015
Rencana Mulai Operasi : 2017
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan mulai beroperasi

Deskripsi Proyek

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai Provinsi Lampung. Ruas ini dibagi menjadi 3 seksi dan akan berlokasi di Sumatera Utara menghubungkan Kota Medan dengan Binjai. Ketiga seksi yang dimaksud adalah: Seksi I: Tanjung Mulia – Helvetia; Seksi II: Helvetia – Semayang; dan Seksi III: Semayang – Binjai.

Signifikansi Proyek

Sebagai bagian dari jaringan JTTS, ruas ini penting untuk mendukung lalu lintas barang dan orang antara Medan dan Binjai. Proyek ini diharapkan dapat menjadi alternatif jalur kendaraan sehingga dapat mengurangi beban pada jalur yang sudah ada dan mempermudah akses serta meningkatkan konektivitas. Dengan demikian, jalan tol ini dapat berkontribusi pada pengembangan kawasan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
1. Sudah Financial Close
2. Pengadaan tanah mencapai 95,86%
3. Progres konstruksi mencapai 74,09%.

(per 12 Desember 2018)

Ruas Palembang - Indralaya

 

Nilai Investasi : Rp 3,3 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Selatan
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2015
Rencana Mulai Operasi : 2017
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan mulai beroperasi

Deskripsi Proyek

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Sumatera Selatan dengan panjang total 22 Km dan terbagi kedalam tiga seksi: Seksi I: Palembang – IC Pemulutan; Seksi II: IC Pemulutan – IC KTM; dan Seksi III: IC KTM – Simpang – Indralaya.

Signifikansi Proyek

Ruas ini diharapkan dapat mengakomodasi proyeksi pertumbuhan lalu lintas harian antara Kota Palembang dengan Indralaya di sisi barat daya Kota Palembang. Dengan adanya jalan tol ini, volume kendaraan akan terbagi dan mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan serta aksesibilitas menuju dan dari Indralaya serta Palembang.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
1. Pengadaan tanah mencapai 100%
2. Progres konstruksi mencapai 96,27%
3. Jalan Tol Palindra dalam waktu dekat akan
diresmikan.

(per 12 Desember 2018)

Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar

 

Nilai Investasi : Rp 16,7 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Lampung
Penanggung Jawab Proyek : Penugasan PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2015
Rencana Mulai Operasi : 2017
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan mulai beroperasi

Deskripsi Proyek

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Sumatera Selatan dengan panjang total 140 km. Ruas ini terbagi kedalam tiga seksi: Seksi I: Bakauheni – Sidomulyo; Seksi II: Sidomulyo –  Branti; dan Seksi III: Branti – Terbanggi Besar.

Signifikansi Proyek

Ruas ini akan menjadi jalan akses utama dari dan ke Pelabuhan Bakauheni. Mengingat Pelabuhan Bakauheni adalah salah satu pelabuhan utama yang menghubungkan Jawa dengan Sumatera, maka keberadaan ruas ini dapat secara signifikan mempercepat distribusi barang dan orang yang tiba di Sumatera melalui pelabuhan tersebut.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
1. Sudah Financial Close dan PPJT sudah
ditandatangani
2. Pengadaan tanah mencapai 96,39%
3. Progres konstruksi mencapai 89,64%

 

(per 12 Desember 2018)

Ruas Pekanbaru - Dumai

 

Nilai Investasi : Rp 16,2 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Riau
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2016
Rencana Mulai Operasi : 2019
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

Deskripsi Proyek

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Provinsi Riau dan akan menghubungkan Pekanbaru dengan Kandis dan Dumai. Ruas ini terbagi ke dalam 6 seksi yakni: Seksi I: Pekanbaru – IC Minas; Seksi II: IC Minas- IC Kandis; Seksi III: IC Kandis Selatan – IC Kandis Utara; Seksi IV: IC Kandis Utara – IC Duri Selatan; Seksi V: IC Duri Selatan – IC Duri Utara; dan Seksi VI: IC Dumai – Junction Duri.

Signifikansi Proyek

Ruas ini akan menghubungkan Kota Pekanbaru (Ibukota Provinsi Riau) dengan Kota Dumai. Dengan potensi pengembangan agrobisinis serta status Dumai sebagai kota yang memiliki industri perminyakan yang maju, ruas ini diharapkan dapat terus mendukung pengembangan sektor industri tersebut

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
1. PPJT Sudah ditandatangani
2. Pengadaan tanah mencapai 70,73%
3. Progres konstruksi mencapai 9.90 %
4. KPPIP Telah mengadakan Rapat Jalan Tol
Pekanbaru – Dumai pada tanggal 2
Oktober 2018 terkait dengan isu lahan
BMN pada area kerja PT Chevron Pacific
Indonesia

 

(per 12 Desember 2018)

Ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang

 

Nilai Investasi : Rp 11,8 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Selatan
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2017
Rencana Mulai Operasi : 2019
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

Deskripsi Proyek

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini terletak di Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan dengan panjang total 185 km. Ruas ini terbagi kedalam tiga seksi yakni: Seksi I: Terbanggi Besar – Mengala; Seksi II: Menggala – Sp. Pematang; dan Seksi III: Sp. Pematang – Kayu Agung. Ruas ini merupakan gabungan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang (100 km) dan Pematang Panggang – Kayu Agung (85 km)

Signifikansi Proyek

Sebagai bagian dari jaringan JTTS, seksi ini penting untuk mendukung lalu lintas barang dan orang dari Pelabuhan Bakauheni. Seksi ini juga diharapkan mampu membuka akses pada daerah-daerah sekitarnya dan menunjang pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor kelapa sawit dan perkebunan karet. Selain itu, salah satu peran vital yang diharapkan adalah memotong waktu perjalanan dan biaya logistik yang menggunakan moda transportasi darat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya sehingga mampu menunjang pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor kelapa sawit dan perkebunan karet.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
1. PPJT sudah ditandatangani
2. Pengadaan tanah mencapai 90,68 %
3. Progres konstruksi mencapai 75,08 %

 

(per 12 Desember 2018)

Ruas Pematang Panggang - Kayu Agung

 

Nilai Investasi : Rp 10 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Selatan
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2017
Rencana Mulai Operasi : 2019
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

Deskripsi Proyek

Merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini terletak di Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan dengan panjang total 185 km. Ruas ini terbagi kedalam tiga seksi yakni: Seksi I: Terbanggi Besar – Mengala; Seksi II: Menggala – Sp. Pematang; dan Seksi III: Sp. Pematang – Kayu Agung. Ruas ini merupakan gabungan ruas Terbanggi Besar – Pematang Panggang (100 km) dan Pematang Panggang – Kayu Agung (85 km)

Signifikansi Proyek

Sebagai bagian dari jaringan JTTS, seksi ini penting untuk mendukung lalu lintas barang dan orang dari Pelabuhan Bakauheni. Seksi ini juga diharapkan mampu membuka akses pada daerah-daerah sekitarnya dan menunjang pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor kelapa sawit dan perkebunan karet. Selain itu, salah satu peran vital yang diharapkan adalah memotong waktu perjalanan dan biaya logistik yang menggunakan moda transportasi darat dari Pelabuhan Bakauheni menuju Sumatera Selatan dan wilayah sekitarnya sehingga mampu menunjang pertumbuhan ekonomi, terutama di sektor kelapa sawit dan perkebunan karet.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
1. Pengadaan tanah mencapai 99,33 %
2. Progres konstruksi mencapai 75,08 %

(per 12 Desember 2018)

Ruas Palembang - Tanjung Api-Api

 

Nilai Investasi : Rp 14,2 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Selatan
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2019
Rencana Mulai Operasi : 2021
Status Proyek : Tahap Penyiapan

Deskripsi Proyek

Jalan Tol Palembang – Tanjung Api-Api merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Sumatera Selatan.

Signifikansi Proyek

Ruas ini akan menjadi penghubung utama bagi arus kendaraan yang mengangkut orang maupun barang dari Palembang menuju KEK Tanjung Api-api dan pelabuhan Tanjung Api-api yang sedang dikembangkan. Kawasan KEK Tanjung Api-api ini merupakan sentra industri kelapa sawit dan industri pengolahan ekspor.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP PENYIAPAN
Feasibility study dan AMDAL telah selesai.

 

(per 12 Desember 2018)

Ruas Kisaran - Tebing Tinggi

 

Nilai Investasi : Rp 13,45 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Utara
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2018
Rencana Mulai Operasi : 2019
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

Deskripsi Proyek

Jalan Tol Kisaran – Tebing Tinggi merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang direncanakan akan membentang dari utara Pulau Sumatera sampai selatan menyambungkan Provinsi Nangroe Aceh Darussalam sampai provinsi Lampung. Ruas ini adalah salah satu ruas yang terletak di Sumatera Utara.

Signifikansi Proyek

Secara umum, dengan adanya jalan tol ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sumatera Utara dan memberikan opsi transportasi dengan biaya yang relatif lebih rendah dibandingkan jalan yang ada saat ini dan waktu tempuh lebih cepat. Proyek ini selain dapat mempromosikan pariwisata di Tebing Tinggi, juga dapat mendukung industri alumunium yang terletak di Kabupaten Asahan serta mempermudah akses dan konektivitas ke Pelabuhan Kuala Tanjung yang merupakan pelabuhan hub internasional.

Status Perkembangan Proyek

TAHAP PENYIAPAN
PPJT Kuala Tanjung – Tebing Tinggi telah
ditandatangani

 

(per 12 Desember 2018)

Ruas Bukittinggi - Padang Panjang - Lubuk Alung - Padang

Nilai Investasi : Rp 7.87 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Barat
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2017
Rencana Mulai Operasi : 2020

Status Perkembangan Proyek

Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

(per 12 Desember 2018)

Ruas Binjai - Langsa

 

Nilai Investasi : Rp 18.8 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Aceh,Sumatera Utara
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2018
Rencana Mulai Operasi : 2024
Status Proyek : Tahap Penyiapan

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
PPJT Telah ditandatangani untuk ruas Tol Sigli –
Banda Aceh pada bulan Juli 2018

(per 12 Desember 2018)

Ruas Langsa - Lhokseumawe

Nilai Investasi : Rp 21.7 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Aceh
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2018
Rencana Mulai Operasi : 2023

Status Perkembangan Proyek

Tahap Penyiapan

(per 12 Desember 2018)

Ruas Lhokseumawe - Sigli

Nilai Investasi : Rp 21.7 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Aceh
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2018
Rencana Mulai Operasi : 2022

Status Perkembangan Proyek

Tahap Penyiapan

(per 12 Desember 2018)

Ruas Sigli - Banda Aceh

 

Nilai Investasi : Rp 12,9 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Aceh
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2018
Rencana Mulai Operasi : 2020
Status Proyek : Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

Status Perkembangan Proyek

Tahap Konstruksi dan akan  beroperasi di 2019

(per 12 Desember 2018)

Ruas Pekanbaru - Bangkinang - Payakumbuh - Bukittinggi

Nilai Investasi : Rp 28.7 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Barat – Riau
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2018
Rencana Mulai Operasi : 2022

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
PPJT Telah ditandatangani pada 18 Juli 2018

(per 12 Desember 2018)

Ruas Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Prapat - Tarutung - Sibolga

Nilai Investasi : Rp 19.7 Triliun
Skema Pendanaan : Penugasan BUMN
Lokasi : Sumatera Utara
Penanggung Jawab Proyek : PT. Hutama Karya
Rencana Mulai Konstruksi : 2017
Rencana Mulai Operasi : 2020

Status Perkembangan Proyek

TAHAP KONSTRUKSI
PPJT Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat telah
ditandatangani. SPV untuk pelaksanaan proyek telah
dibentuk yaitu PT Hutama Marga Waskita.

(per 12 Desember 2018)